Monday, November 24, 2008

Berdagang dengan hidup...

Awal pagi kemarin, kusambut mentari jam 7 pagi dengan niat baik di hati.
Kulangkahkan kaki dengan semburat senyum mengiringi perjalanan singkat menuju breakfast store terdekat.

Awal pagi kemarin, kuniatkan membantu membeli sarapan untuk segerombolan manusia yang menghabiskan malam di apartment-ku.. Agar pikiran tenang sebelum rapat ber-jam-jam mereka dimulai..

Awal pagi kemarin.. tak kuingat bersitan awan hitam bergelantungan.. Baik di hati, di pikiran, ataupun di niatan.. Hanya kebaikanNya yang berusaha kuwujudkan hari itu..

Namun kedamaian pikiran di awal pagi kemarin sirna...
Tepat disaat kusadari hilangnya selembar 1000NT$ yang kusimpan di saku celana..

Aku tidak marah.. tidak emosi.. tidak sedih-perih.. tidak awut-awut-an dan ugal-ugal-an..
Mood-ku baik-baik saja.. Hatiku tenang-tenang saja..

Hanya satu yang terjadi.. pikiran mengambil alih diri-Ku sepanjang hari itu..
Aku beralih profesi.. menjadi pedagang kehidupan nomor satu..

Aku percaya.. semua hal terjadi dalam hidup ini karena alasan..
Semua pengalaman adalah semua pelajaran..
Maka kuteriakan di keseluruhan pikiran..

Mengapa ya??

Pikiran bertanya... Mengapa ya?
Bulan ini aku kan sudah banyak pengeluaran..
Pedagang menghitung..
Tagihan telp paling tinggi selama 11 bulan disini.. travelling dengan biaya paling mahal selama aku disini.. biaya chinese course yang masih harus kulunasi nanti.. oleh-oleh yang masih harus kubeli akhir bulan nanti..
bla bli bla bli bla bli.. diam..
Hmmm..1000NT$ kan Rp 300.000.. harusnya bisa kugunakan untuk.. bla bli blu bla bli blu.. ble.. diam..
Hasil = defisit.. minus.. (-)

Pagi berganti siang..
Pikiran bertanya.. Mengapa ya?
Mungkin ada yang lebih butuh uang itu dari aku.. Pasti uangnya kembali berlipat ganda untukku..
Pedagang menghitung..
Lazy sunday noon yang sempurna = (+) surplus!
Mantan room mate traktir Subway untuk makan siang, dilengkapi waktu hangat ngobrol dan tertawa bersama = (+ )(+) surplus banget!
Hari yang tidak dingin menggigit = (+) surplus!
Rumah yang lebih hidup karena banyak manusianya = (+) surplus!

Siang berganti sore..
Ngobrol dan bercanda sebentar di dunia maya sama Ehem ehem ;p = (+) (+) surplus pastinya! ;p
Dapet tiket murah buat nonton film sama 2 teman baik = (+) surplus!
Pompa ban dan oli-in rantai sepeda gratis.. Sepeda bisa dipake lagi = (+) (+) surplusessss!
Banyak sampah banget di rumah ga diberesin sama manusia-manusia yang numpang rapat = (-) minus dikit
Bersihin sampah sama teman nan super bersih dan baik = (+) minus nya ga jadi

Sore berganti malam..
Naik sepeda ke bioskop setelah lama gak naik sepeda = (+) surplus!
Filmnya mayan bagus.. jadi lebih ngerti sejarah dan budaya Taiwan = (+) (+) surplus!
Temen melarang mengganti duit dia bayar tiket bioskop = (+) surplus donk cuy!
Bercanda dan ketawa-tawa sama 2 teman baik= (+) (+) surplussesss
Makan Japanese foods super enak dan penuh cinta sama 3 teman baik.. Dibayarin lagi.. = (+) (+) surplus berlebihan :D
Teman yang lain kehilangan uang di apartment-nya.. 60.000NT$.. (I'm really really sorry for you Friend.. honestly)
Namun pikiran berseru.. AMIN cuma ilang 1000NT$!!! = (+) (+) (+) makasih Tuhan...

Pedagang kalkulasi...
Hasil = (+) SURPLUS!! Hari yang murah untuk sebegitu banyak berkah... :D TERIMA KASIH...

Aha!!.. hati ini riang.. sudah kudapatkan pelajaranmu hey wahai semesta.. :)
Murid yang baik kan aku??

Namun pagi ini.. masih ada pikiran menggantung..
Masih ada satu "mengapa" tertinggal..
Seakan.. belum kudapatkan rahasia ilmu yang berusaha diselipkan semesta dalam secarik kertas warna biru dengan satu angka 1 dan tiga buah angka 0 tertera diatasnya..

Kuterdiam.. kupeluk keheningan..
Dan kudengar bisikan..

"Uang itu milik-Ku.. itu hanya pinjaman untukmu.. hanya loan..
Akan Ku-ambil kapanpun Kumau.. seperti adanya semua dalam hidupmu.."

Dan kutertunduk malu.. sebulir air mengalir..
Dan pelukan meregang..
Dan genggaman mengendur..
Dan hati tersiram damai....

TERIMA KASIH...sungguh.. Terima kasih...

Labels:

Tuesday, November 4, 2008

Teruntuk masa lalu, masa kini dan masa depan

Teruntuk semua yang terjadi di masa lalu...

Teruntuk semua keputusan tidak bijak yang pernah dibuat
Teruntuk perasaan terburu-buru, perspective sempit, logika tumpul yang hadir saat itu
Teruntuk perasaan menyesal dan penyadaran kebodohan yang lahir setelahnya

Terima kasih...

Teruntuk semua jiwa yang tersakiti dan terluka atas keputusan tidak bijak yang pernah dibuat
Teruntuk ketidakpedulian dan ketidaksadaran yang melingkupi diri saat itu
Teruntuk perasaan sedih, malu, menyesal dan penyadaran kebodohan yang hinggap setelahnya

Terima kasih...

Teruntuk gumulan ego dan kesombongan yang pernah memenuhi rongga hati
Teruntuk busungan dada, kepala menengadah, dan perasaan tinggi hati yang lahir karena nya

Teruntuk semua jiwa yang merasa dikecilkan dan tidak dihargai karena kebutaan ego di hati
Teruntuk perasaan lebih berharga, lebih pintar, lebih....dan paling paling... yang menari di dalam diri saat itu
Teruntuk perasaan menyesal, malu, tidak berharga dan penyadaran kebodohan yang datang setelahnya

Terima kasih...

Teruntuk kebencian, kedengkian, perasaan menghakimi, iri yang pernah menemani
Teruntuk perasaan sedih, kesepian, dibenci, bingung, tidak yakin yang pernah melingkupi
Teruntuk semua tahap penuh kebodohan dan ketidaksadaran dalam hidup yang pernah dilewati

Terima kasih...

Teruntuk semua pembelajaran di masa lalu...
Terima kasih...

Terima kasih atas kesempatan mengalami dan mencicipi sendiri rasa unik kalian...
Terima kasih atas peran dualisme sempurna yang dimainkan...

Teruntuk masa kini...

Teruntuk penyadaran akan semua pembelajaran
Teruntuk kenikmatan yang hadir pada saat mengambil keputusan yang bijak
Teruntuk kebahagiaan yang lahir pada saat mengetahui keputusan yang dibuat tidak mengganggu ranah pribadi jiwa lain
Teruntuk kedamaian yang melingkupi diri karena usaha untuk lebih membumi
Teruntuk cinta yang hadir pada saat mata melihat bahwa semua jiwa sama setara adanya

Teruntuk seluruh damai hati, kasih, cinta dan perasaan bersyukur yang membajiri diri saat ini

TERIMA KASIH

Teruntuk masa depan...
Teruntuk langkah kaki yang akan berpijak di waktu datang
Teruntuk nafas yang masih dihadiahkan detik kemudian
Teruntuk momen-momen kebodohan dan ketidaksadaran yang mungkin akan datang nanti
Teruntuk penyadaran dan pembelajaran yang lahir kembali nanti

TERIMA KASIH

Detik ini ku hidup.. Detik ini ku bersyukur.. Terima kasih semesta atas semua..
Terima kasih untuk hidup ini...

Labels:

Friday, September 26, 2008

Pencerahan singkat hari ini...

Luar biasa bagaimana semesta mencipta mahluknya..
Menghadirkan panas dingin abadi kehidupan..
Melahirkan sempurna jiwa-jiwa..
Lepas dari penilaian baik buruk dunia..
Semua indah adanya..

Labels:

Monday, May 5, 2008

I am...



I am... a small piece of dust in a desert
I am... one drop of water in the sea


I am just one little piece of all the Magnificent Artworks exist
Yet... I am the Magnificent Artwork itself as well

I am... Unsignificant and Significant at the same time
How beautiful God works... How beautiful

Labels: